Willem Tasiam, Pendaki Marathon Indonesia

dok. pribadi

Mendaki beberapa gunung sekaligus secara marathon tentu bukan perkara mudah. Kebugaran sik menjadi salah satu hal yang harus bisa dijaga dengan baik. Sebagaimana diceritakan oleh Wiliem Tasiam, pendaki marathon di Indonesia kepada redaksi Mountmag. Terbukti, walaupun usia pria kelahiran Pontianak ini lebih dari setengah abad masih dapat melakukan pendakian marathon tersebut hingga saat ini. Salah satu prestasi terakhirnya tahun 2012, mendaki 29 gunung dengan waktu tempuh 27 hari.

Bagaimana awal mula Anda mengenal dunia pendakian gunung?
Awalnya diiajak teman, naik ke gunung gede liwat rute Perbawati (Salabintana). Waktu naik sempat tersesat, rupanya teman yang ngajak naik tidak hafal jalanya. turun dari alun-alun timur menujung gunung putri pun salah jalan, mustinya belok ke kiri ini malah ambil jalur ke kanan.
belakangan aku baru tahu kalau jalur itu namanya simpang maleber dan rupanya jalur tersebut tembusnya ke pasir cina

Hal positif dan manfaat apa yang bisa Anda bagi kepada para pembaca rasakakan dari akti tas tersebut?
Kita bisa lebih mengenal daerah-daerah di indonesia dan bisa berinteraksi dan ber sosialisasi dengan masyarakat desa-desa disekitar kaki gunung yang akan kita daki.

Saat ini Anda dikenal sebagai pelopor mendaki gunung secara marathon di Indonesia Bagaimana ceritanya Anda melakukan hal tersebut?

Baca lanjutannya di MountMag edisi 11…

(Harley)