Rinjani

You’ll never walk alone, begitulah ketika Yanaka wisatawan asing dari Belanda bernyayi bersama kami di tapal batas tertinggi Pulau Lombok. Memang siang itu tinggal rombongan kami dan Yanaka yang masih tertinggal di puncak Rinjani. Meskipun selama perjalanan masing-masing anggota tim tercecer satu per satu, namun ditutup dengan menyetuh puncak tercantik Gunung Rinjani bersamaan.

Surabaya – Mataram
Perjalanan kami mulai dari Terminal Bungurasih Surabaya menuju Terminal Sritanjung Banyuwangi. Kami berangkat pukul 22.00 WIB dan sampai di Banyuwangi pukul 05.15 WIB. Bus Jurusan Banyuwangi berangkat tiap 1 Jam dan beroperasi 24 Jam, jadi tidak perlu khawatir bagi yang berasal dari luar Surabaya. Terminal Sritanjung—Pelabuhan Ketapang dapat ditempuh menggunakan angkot yang berjarak kurang lebih sekitar 3 km. Selanjutnya perjalanan menggunakan kapal ferry, pukul 08.00 WITA kami sudah sampai di Pelabuhan Gilimanuk.

Sebelum keluar dari kawasan Pelabuhan Gilimanuk ada pemeriksaan identitas bagi setiap orang yang akan memasuki wilayah Pulau Bali, jadi jangan sampai lupa membawa kartu identitas. Perjalanan selanjutnya ada menggunakan minibus menuju Terminal Ubung Denpasar. Karena kami sampai di Gilimanuk terlalu siang sehingga kami ketinggalan bus yang langsung Pelabuhan Padang Bay. Akhirnya kami menggunakan minibus yang hanya sampai Terminal Ubung. Perjalanan lebih kurang 4 jam, kemudian kami ganti lagi menggunakan minibus menuju Pelabuhan Padang Bay ujung timur Pulau Bali sebelum menyebrang ke Lombok. Kami sampai di Pelabuhan Padang Bay pukul 15.45 WITA. Kapal ferry penyebrangan Bali—Lombok berangkat tiap jam.

Penyebrangan cukup lama sekitar 4—5 Jam dengan ombak yang cukup besar. Kapal ferry Padang Bay—Lembar berangkat tiap 1 jam sekali. Selama di ferry usahakan membawa makanan ringan sendiri, karena selama penyebrangan tidak ada pedagang asongan, dan restorasi ferry kebanyakan hanya menyediakan mi instan dan minuman hangat saja. Pukul 21.00 perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami sampai di Pelabuhan Lembar, selanjutnya kami dijemput teman pendaki yang berdomisili di Mataram.

Pilihan moda transportasi darat yang lain adalah menggunakan Bus Antar Kota Antar Propinsi yang langsung turun Terminal Mandalika Mataram. Dari Bungurasih bus berangkat antara pukul 16.00—17.00 WIB. Tarif atas bus Surabaya—Mataram Rp. 250.000, karena harga tersebut bukan harga pas jadi pandai-pandailah menawar untuk harga termurah.

 

Baca lanjutannya di MountMag edisi 11…

(Arif Abdillah)