Pendakian Sempurna di Tebing Kwangde

Tebing Kwangde | Anwar

Kwangde adalah sebuah gunung yang berada di jajaran pegunungan Himalaya. Tidak banyak yang mendakinya. Namun gunung ini menawarkan tantangan tersendiri. Simak saja pengalaman pendaki kenamaan David Breashears yang berhasil mencapai puncak Kwangde melalui tebing utara.

Pendakian Kwangde (6.187 mdpl) melalui tebing utara terjadi tahun 1982. Meski kurang terkenal karena dikelilingi puncak-puncak lainnya, pendakian ini boleh dibilang adalah salah satu yang paling berkesan bagi saya. Ditemani seorang sahabat baik, Jeff Lowe, kegiatan kami berlangsung pada awal Desember.

Idenya datang dari Jeff. Dia ingin kami berdua mendaki Kwangde di musim dingin. Waktu saya mendaki Ama Dablam tahun 1979, saya sebetulnya tidak terlalu perhatian dengan gunung Kwangde. Meski tidak terlalu tinggi tapi tebing utaranya didominasi dinding batu dan es yang curam. Mustahil mendakinya di musim panas karena dinding itu akan dialiri air. Namun di musim dingin aliran air akan membeku dan bisa dipanjat.

Pendakian ini berlangsung dengan gaya alpine. Artinya tidak akan banyak camp. Kami akan langsung mendaki atau gagal sama sekali. Dinding dengan tinggi dua kali lipat dari Half Dome seperti Kwangde sendiri membu- tuhkan sedikitnya empat kali bivak, serta sekali lagi saat turun.

Dari lapangan udara Lukla, kami berjalan kaki selama empat hari menuju Kwangde. Sebelumnya kami ingin beradaptasi lebih dulu. Karena itu kami hiking menaiki tanjakan-tanjakan terjal ke pedesaan di Khumjung. Selama beberapa hari kami juga mendaki puncak-puncak lain. Satu minggu berlalu dan akhirnya kami sampai ke desa Hongu. Kami seolah jadi selebritas di sana, dengan tenda dan peralatan yang kami bawa.

Hongu memang jauh dari mana-mana dan jarang dikunjungi pendatang. Buruknya kesehatan dan kemiskinan di desa terpencil ini terasa sekali, berbeda dengan desa yang lebih makmur di Namche Bazaar dan Khumjung yang sering dilewati pendaki Barat.

Baca lanjutannya di MountMag edisi 10…

(Anwar)