Mendaki Gunung Fuji Bersama Sang Buah Hati

Mendaki gunung membuat kami belajar mengenali diri sendiri. Kami jadi tahu keterbatasan sik atau psikis dan kapan kami harus berhenti. Lebih dari itu, mendaki bersama orang-orang yang disayangi semakin menguatkan ikatan batin.

Tidak hanya melihatnya dari kejauhan saja. Begitu tekad saya dan istri ketika melihat kembali pesona Gunung Fuji dari rumah kami. Pemandangan rutin yang setiap hari kami lihat jika cuaca sedang cerah. Namun, tidak hanya berdua. Kami akan mendakinya bersama dengan putra kami Ezra Nadev Yudhanto yang usianya enam tahun.

Gunung Fuji termasuk kategori weekend mountain – dapat didaki akhir pekadan dan dengan peralatan yang minimum. Salah pepatah di Jepang yang terkenal mengatakan “Seseorang dikatakan belum ke Jepang jika belum mendaki gunung Fuji. Tetapi jangan mendakinya dua kali“.

Gunung Fuji merupakan gunung yang paling populer di Jepang, bahkan di dunia. Puncaknya simetris, dan putih tertimbun salju. Sangat ikonik. Citra yang ditampilkannya mungkin dapat menjadi imaji representatif tentang Jepang. Persis sebagaimana apa yang kami lihat selama ini melalui di majalah, kalender dan televisi.

Baca lanjutannya di MountMag edisi 10…

(Arief Yudhanto)