BONG KENG, Djukardi Adriana

BONG KENG, Djukardi Adriana | Dok. pribadi

Bongkeng atau kang Bongkeng. Demikian nama lelaki yang baru saja memasuki usia 62 tahun awal September lalu ini dikenal. Hampir semua puncak-puncak gunung tertinggi di Indonesia telah didakinya. Tidak itu saja. Beberapa puncak-puncak gunung di luar negeri pun telah digapainya. Keahlian dan pengalamannya dalam operasi SAR Gunung Hutan tidak ada yang meragukannya. Berikut ini peti- kan wawancara online redaksi Mountmag dengan lelaki kelahiran Bandung yang hingga kini masih aktif mendaki gunung.

Apa artinya mendaki gunung untuk Anda?
Pertama olahraga, kedua sarana untuk mendidik diri dan meningkatkan kualitas diri serta melalui kegiatan mendaki gunung banyak hal yang kita dapat pelajari dari isi alam semesta tempat kita bermain itu.

Bagaimana awal Anda mengenal akti tas mendaki gunung?
Awal saya berakti tas mendaki gunung, karena ajakan teman yang sering melakukan akti tas tersebut dan kebetulan juga pada saat itu, jamannya saya masih remaja sekitar tahun 70-an olahraga mendaki gunung sedang berkembang dan mejamur. Istilah kerennya lagi tren buat anak muda saat itu.

Saat mendaki gunung apa yang paling berkesan hingga akhirnya Anda mencintai akti tas mendaki gunung?
Hampir pasti buat saya…bahwa kesan dalam kegiatan mendaki gunung, bukan terkesan untuk menaklukkan gunung atau alam itu (karena bagi saya alam takkan bisa ditaklukan ) tetapi adalah terkesan dimana saya dapat menaklukkan diri saya sendiri. Menaklukkan diri sendiri buat saya adalah merupakan ungkapan yang sangat dalam, karena disini terkandung makna bahwa dalam menghadapi kegiatan di alam terbuka atau mendaki gunung yang punya resiko tinggi, seseorang harus betul-betul mempersiapkan dirinya seoptimal mungkin.

Apa pendapat Anda melihat perkembangan dunia pendakian gunung sekarang?

 

Baca lanjutannya di MountMag edisi 10…

(Harley)