KETERAMPILAN BERJALAN UNTUK PENDAKI GUNUNG

KETERAMPILAN BERJALAN UNTUK PENDAKI GUNUNG | Suwasti Dewi

Pendakian gunung merupakan salah satu aktivitas pilihan para petualang yang menyukai tantangan medan mendaki dan menurun. Variasi jalan setapak yang dilalui menjadi keasyikan tersendiri selain tentunya menikmati panorama alam pegunungan dan udara sejuk yang bersih.

Namun, petualangan tidak lagi menjadi asyik dan seru saat perjalanan terganggu oleh kondisi tubuh yang mulai kepayahan atau bahkan mengalami cidera. Salah satu penyebab utama kejadian ini adalah karena keterampilan berjalan yang buruk.

Karena itu, menjadi sangat penting bagi pegiat aktivitas ini apa pun tujuannya baik sekedar berpetualang atau untuk berolahraga, memiliki keterampilan berjalan di medan mendaki dan menurun.

Salah satu pakar yang mende nisikan pendakian gunung secara tehnis yakni Schurman (pakar mountaineering dan juga seorang spesialis dalam strength and conditioning) dalam bukunya yang berjudul The Outdoor Athlete (2009) membaginya menjadi dua “nontechnical terrain” dan “technical terrain.”

Medan non teknis dapat ditempuh dengan aktivitas hiking, trekking, dan backpacking (terkadang scrambling, berjalan mendaki dengan sedikit bantuan tangan) sehingga cukup jelas maksudnya bahwa medan tersebut dapat kita lalui tanpa harus melakukan teknis tertentu yang biasanya dihubungkan dengan aktivitas panjat tebing (rock climbing).

Artinya medan non teknis dapat kita tempuh tanpa bantuan alat-alat panjat. Sementara medan teknis hanya dapat ditempuh dengan aktivitas mountaineering yang memerlukan proteksi tali pengaman dan alat-alat panjat lainnya.

Baca lanjutannya di MountMag Edisi 7…

(Suwasti Dewi)