Dody Johanjaya – Pendaki Gunung Kreatif & Inovatif

Dody Johanjaya mendaki gunung salju | Dok. pribadi

Kesuksesan salah satu program acara petualangan stasiun televisi Trans7, Jejak Petualang (JP), tidak bisa dilepaskan dari namanya. Dody Johanjaya, salah satu pendaki gunung yang selalu mempunyai inovasi dan kreativitas untuk memajukan dunia petualangan dan pendakian gunung di Indonesia. Seperti apa sosok lelaki berusia 42 tahun yang juga berhasil menjadi orang pertama mencapai 7 Puncak Tertinggi di 7 Pulau/Kepulauan Besar di Indonesia. Berikut petikan wawancara online redaksi dengan pendaki yang akrab dipanggil Dody JP.

Bagaimana awal mula Anda kenal dengan akti tas alam bebas, terutama kegiatan mendaki gunung?
Saya mulai suka mendaki gunung ketika aktif di pramuka kelas 5 SD, ketika itu ada pendakian dari sekolah ke gunung Ciremai.

Apakah saat itu Anda juga kemudian masuk organisasi penggiat alam bebas?
Tidak, saya dari SD – SMA masuk Pramuka, baru ketika kuliah di UI saya masuk Mapala UI

Apa yang membuat Anda akhirnya benar-benar begitu mencintai dunia pendakian gunung?
Gak tahu persisnya kenapa, saya suka ajah naik gunung.

Bagaimana dunia pendakian gunung mempengaruhi cara hidup Anda hingga kini?
Pastinya, dengan menjadi pendaki gunung, saya merasa lebih sehat, mampu mengorganisir pendakian, disiplin waktu, dan akhirnya jadi profesi.

Aktifitas pendakian gunung kini semakin berkembang dan bisa dikatakan sudah bukan lagi dimonopoli oleh orang-orang yang aktif di organisasi-organisasi kegiatan alam bebas. Bagaimana Anda melihat hal tersebut?
Melihat trend nya kegiatan gunung sudah menjadi gaya hidup, bagian dari trip liburan, bukan lagi seperti ekspedisi yang di monopoli oleh kalangan pecinta alam. Siapapun sekarang mau naik gunung. Itu perkembangan bagus, sehingga mereka mengenal lebih dekat alam Indonesia, kalau mereka sudah naik gunung, kenal dan tahu alam Indonesia, pastinya akan tumbuh rasa cinta tanah air, rasa sayang alam dan mau merawat alam beserta isinya.

Apa saran Anda agar perkembangan tersebut tetap berjalan sesuai koridor?

Baca lanjutannya di Mountmag edisi 9…

(Harley)