Ultralight Hiking Diminati, Produsen Gear Menjamur

Testing tenda di gunung | anwar

Dari semula untuk pemakaian pribadi, barang-barang ultralight kemudian diproduksi dalam jumlah lebih besar karena banyak penggemarnya.

Tren hiking kini mulai diramaikan dengan style ultralight hiking yang mengandalkan peralatan serba ringan. Ini terutama terjadi di Amerika dan Eropa. Mereka yang biasanya membawa barang- barang berat merasa senang dengan style tersebut.

Di sisi lain, ultralight hiking ikut memunculkan merek-merek peralatan baru. Pembuatnya umumnya adalah produsen kecil yang khusus membidik pasar tersebut. Walaupun tidak dipungkiri kalau produsen-produsen besar pun sekarang sudah mulai melirik segmen ultralight hiking.
Seorang pendaki yang boleh dibilang pionir dalam ultralight hiking adalah Ray Jardine. Karena pertemanannya dengan pasangan pendaki lainnya bernama Kim dan Demetri Coupunas, yang juga senang membuat ransel, maka muncullah kemudian gear bermerek Go Lite di tahun 1998.

Boleh dibilang Go Lite adalah yang memulai munculnya ransel, sleeping bag maupun aneka peralatan ultralight hiking lainnya di Amerika. Desain ransel Go Lite diambil dari rancangan Jardine. Maklum, Jardine memang bukan hanya pendaki, tapi juga seorang desainer gear yang handal. Bahkan dialah yang membuat ‘friend’ yaitu sebuah alat pembantu dalam olahraga panjat tebing. Dari hasil penjualan hak paten ‘friend’, Jardine dan istrinya bisa memuaskan hasrat bertualang ke penjuru dunia.

Belakangan hubungan Jardine dengan pasangan Coupunas tidak mesra lagi akibat perbedaan pandangan soal bisnis. Akhirnya Go Lite berhenti memasarkan ransel hasil desain Jardine dan merancang ransel sendiri yang kemudian populer yakni tipe Go Lite Jam. Selain itu masih ada seri Peak, Breeze dan lainnya.

Baca lanjutannya di Mountmag edisi 8…
(Anwar)