Konfirmasi Perihal Jalur Baru di Sisi Selatan Gunung Binaiya – Pulau Seram Maluku

binaiya | kmpaekacitraunj

Setelah mountmag edisi 2 menurunkan artikel liputan mengenai jalur baru dari sisi selatan gunung Binaya yang melalui akses masuknya dari Desa Piliana yang di rintis oleh saya dan teman- teman dari komunitas highcamp. Baru-baru ini ada kabar yang beredar bahwasa nya jalur tersebut sudah ada semenjak Operation Raleigh (OR) tahun 1987.

Saya sebagai penulis dan salah seorang yang menjalani dan merencanakan pendakian pendataan serta pembukaanan jalur pada bulan April 2011 dan kemudian dimuat pada majalah online mountmag edisi kedua bulan Juni 2011 tersebut ingin menjelaskan sbb:

Sebelum menjalankan pendakian tersebut saya sudah bertanya- tanya sama Bang David Agustinus Teak atau yang dikenal juga dengan panggilan akrap Opa David, mengenai jalur-jalur pendakian di gunung Binaya karena beliau adalah salah seorang Staff Of cer sewaktu OR dilaksanakan disana pada tahun 1987. Saya mendapat info bahwa sisi selatan lebih cepat waktu tempuhnya, Bang David menyarankan untuk lewat desa Saunulu karena dulu disana adalah basecampnya OR dan selain itu ada teman bang David disana yang sudah jadi Bapa Raja (Kepala Kampung).

Setelah mendapat info dari Bang David, saya menghubungi pihak Taman Nasional Manusela dengan Bapak Jumrin Said dan dari beliau lah saya mendapat data bahwa menurut info dari penduduk desa Piliana, gunung Binaya bisa di tempuh dari desa Piliana, dan belum pernah ada pendaki yang mendaki dari sana. Jalur tersebut adalah jalur penduduk untuk mencari kupu-kupu serta anggrek hutan dan bisa ditembuskan kepuncak Binaya, keterangan ini pun diperkuat oleh Bapak Raja Piliana sewaktu saya menanyakan hal tersebut saat sudah berada di Piliana. Kemudian saya dan teman- teman membuka rute tersebut serta mendokumentasikannya untuk dipublishnya di majalah online mountmag dengan header sebagai jalur baru di sisi selatan Binaya.

Namun akhir-akhir ini beredar kabar bahwa ada pihak yang keberatan jalur tersebut di klaim sebagai jalur baru yang dirintis oleh kami. Maka saya sebagai penulis artikel tersebut mengklari kasi kepada pihak Taman Nasional Manusela dengan bapak Jumrin Said dan beliau menyakini belum ada data dan informasi jalur yang dimiliki oleh taman nasional yang mengindikasikan adanya rute pendakian dari desa Piliana, hanya yang pernah ada dari Desa Saunulu hasil dari kegiatan OR.

Kemudian saya mengklari kasi kembali mengenai hal ini kepada Bang David Agustinus Teak, dari beliau saya mendapatkan jawaban bawah semasa kegiatan OR dimana beliau waktu itu menjabat sebagai Staff Of cer, memang ada beberapa jalur tembus untuk mencapai kawasan pegunungan Binaya dari sisi selatan salah satunya memang ada di desa Piliana, namun jalur tersebut hanyalah jalur untuk penelitian kala kegiatan tersebut dilaksanakan dan tidak pernah dipublikasikan sebagai jalur resmi. Hingga saat saya dan teman-teman membuka kembali jalur tersebut tidak ada data resmi yang mengindikasikan jalur tersebut ada.

Baca lanjutannya di Mountmag edisi 8…