MOUNTAINEER: Agam P. Napitupulu

Agam P. Napitupulu Membereskan ransel di gunung Masurai, Taman Nasional Kerinci Seblat, Januari 2011 | dok. pribadi

Mantan Executive Vice President Bank Mandiri yang Tidak Pernah Berhenti Untuk Mendaki dan Berpetualang.

Kesibukan dunia kerja dan jabatannya sebagai Executive Vice President Bank Mandiri tidak mengendurkan jiwa petualangnya. Justru dengan posisinya tersebut, beliau bersama dengan teman-temannya turut serta melahirkan Komunitas atau Klub Penggiat Alam Bebas dan Pendaki Gunung Kantoran, Jelajah Alam Mandiri, Bank Mandiri yang eksis hingga kini.

Ingin tahu seperti apa sosok pria berusia 62 tahun yang masih aktif mendaki hingga saat ini. Berikut kutipan wawancara online redaksi Mountmag, Harley B. Sastha dengan beliau.

Menurut Anda, apa arti akti tas pendakian gunung itu sendiri dan relevansinya terhadap akti tas kita sehari-hari?

Aktifitas mendaki gunung adalah akti tas mengenal alam dan lingkungannya. Dengan mendaki gunung kita dapat menghayati kebesaran ciptaan Yang Maha Kuasa dan kita mengenal lingkungan dan masayarakat dimana gunung itu berada. Mendaki gunung adalah cara termudah dan termurah untuk mengenal lingkungan dimana gunung itu berada Baik mengenal keindahan alamnya, masyarakatnya maupun infrastrukturnya.

Mendaki gunung memerlukan sik sehat, stamina dan persistensi tinggi agar bisa mendaki lebih dari enam jam dalam satu hari. Dengan sik sehat, stamina dan pesistensi tinggi masalah dalam pekerjaan maupun kehidupan akan lebih mudah dipecahkan.

Bagaimana awal mulanya Anda mengenal akti tas kegiatan alam bebas, terutama pendakian gunung?

Pada bulan Desember 1968 saat masih di semester dua FEUI, teman-teman mengajak mendaki gunung Pangrango dan Gede. Itulah pendakian gunung yang pertama. Tanpa pengalaman dan informasi yang baik, persiapan yang kami lakukan seadanya saja. Tidak membawa tenda, makanan ala kadarnya, pakaian tidak disimpan dalam bungkus kedap air. Tiga hari perjalanan sebagian besar dibawah hujan lebat, pakaian basah kuyup, makanan kurang. Pendakian pertama itu penuh dengan penderitaan.

Apakah saat itu kemudian anda langsung tergabung dengan klub pendaki gunung dan sejak kapan Anda tergabung dalam klub tersebut?

Setelah pendakian pertama, beberapa kali mendaki dengan teman-teman bukan dengan klub pendaki gunung. Tahun 1973 mulai mendaki dengan Mapala UI.

Saat mendaki gunung apa yang membuat Anda begitu terkesan dan akhirnya terus aktif hingga saat ini?

Keindahan pemandangan dari puncak gunung dan perasaan yang timbul saat kita mencapai puncak antara lain perasaan lepas dari beban berat mendaki, perasaan dekat dengan pencipta dan perasaan bangga karena berhasil mencapai puncak membuat saya selalu terpanggil untuk kembali mendaki.

Baca lanjutannya di MounMag Edisi 7…

Harley B. Sastha