Ultralight Hiking, mendaki dengan lebih ringan dan menyenangkan

Ultralight Hiking | Anwar

DUNIA pendakian gunung terus berkembang. Mulai dari sisi teknologi barangnya sampai style pendakiannya juga. Nah, saat ini, terutama di Barat sedang ramai style pendakian atau hiking yang menggunakan peralatan atau gear lebih ringan daripada sebelumnya.

Ada yang menyebutnya lightweight backpacking, hiking light, dan ultralight hiking. Tapi untuk lebih mudahnya, kali ini kita sebut saja ultralight hiking atau UH.

Apa sih ultralight hiking itu? Kalau menurut seorang pionir dan penggiat UH di Amerika Serikat bernama Don Ladigin, UH adalah jenis hiking dan berkemah dengan membawa segala hal yang diperlukan supaya tetap aman dan nyaman, sambil menggunakan ransel yang kecil dan ringan. Atau menurut penggiat lainnya, Ryan Jordan, UH adalah “doing more with less”.

Intinya, bagaimana kita bisa hiking dan mendaki sambil menggunakan ransel lebih kecil, peralatan lebih ringan, namun tidak meninggalkan faktor-faktor keselamatan dan kenyamanan pribadi.

Tentunya ada alasannya sehingga style hiking serba ringan ini sampai muncul dan berkembang.
Ada beberapa faktor, pertama yakni manfaatnya untuk diri si pendaki sendiri. Beban ransel yang lebih ringan tentu akan terasa lebih nyaman bagi badan saat dibawa. Tidak akan membuat otot cepat lelah sehingga mereka yang sudah berusia lanjut pun akan tetap dapat mendaki.
Lalu beban yang lebih ringan membuat orang dapat menjelajah lebih jauh disbanding kalau harus menggendong ransel yang berat.

Ini bermanfaat bagi mereka yang masa liburannya terbatas. Meski hanya punya libur hari Minggu misalnya, mereka tetap dapat mendaki sampai ke puncak Gede misalnya lalu turun lagi karena hanya membawa ransel kecil dan ringan.

Ultralight hiking juga ada manfaatnya untuk lingkungan. Tanpa beban ransel yang
berat, mereka akan melangkah lebih ringan dengan tidak merusak jalur dan tumbuhan di sekitarnya.

Perkembangan style mendaki seperti ini sebetulnya telah berlangsung cukup lama. Sebagai contoh misalnya, di Amerika.

Baca lanjutannya di MountMag Edisi 4…

(M ANWAR S)