Pendakian Bersama Mengenang Jejak GIE di Gunung Pangrango 3.019 mdpl

Mandalawangi | Saputra Iskhandi

Soe Hok Gie, sosok pemuda intelektual yang inspiratif yang secara masif memberikan pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat sejak kematiannya 16 Desember 1969 hingga kini namanya terus dikenang. Kontribusi positifnya begitu besar bagi masyrakat, negara dan bangsa Indonesia. Dikalangan pendaki gunung, sosok “Gie”– panggilan akrabnya – sosoknya sangat dikenal luas.

“Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan sik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” Itulah sebagian dari kata-katanya yang sangat menginspirasi dan mengulik jiwa patriotisme kita ebagai anak bangsa.

Untuk kembali mengenang sosok Gie dan menumbuhkan kembali jiwa patriotismenya, tanggal 1-3 Juli 2011 lalu sekelompok pemuda penggiat alam bebas yang terbagus dalam Galaksi (Gabungan Pecinta Alam/ Komunitas Pendaki Gunung Bekasi) telah mengadakan pendakian bersama dengan tajuk “Pendakian Bersama Mengenang Jejak GIE di Gunung Pangrango 3.019 mdpl”. Kegiatan tersebut yang diikuti oleh lebih dari 100 orang. Selain melakukan pendakian ke puncak Gunung Pangrango, acara juga dihadiri oleh beberapa tokoh pendaki seperti Heri “Macan” Haryanto (Ketua Yayasan Survival Indonesia, Wanadri), Herman O. Lantang (Sahabat Gie, salah satu pendiri Mapala UI), Willem Taslam (Pendaki Gunung Maraton, 24 Puncak 24 Hari) serta perwakilan dari majalah elektronik Mountmag Harley B. Sastha dan Hendri Agustin.

(Mountmag)